Dua Proyek Irigasi Program P3-TGAI di Wilayah Kec. Cigombong Tanpa Pondasi

Dua Proyek Irigasi Program P3-TGAI di Wilayah Kec. Cigombong Tanpa Pondasi

BOGOR, Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) yang di luncurkan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR di wilayah Kab. Bogor menjadi sorotan publik. Pasalnya, dalam teknis pelaksanaannya banyak sekali di dapati tidak sesuai aturan dan spesifikasi. Proyek yang menelan biaya 195 juta ini per-titik ini bersumber dari anggaran APBN tahun 2021.

Program P3-PGAI ini sendiri  tercantum dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No.24/PRT/M/2017 Tentang Pedoman Umum Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi.

Dari pantauan team media di dua desa wilayah Kecamatan Cigombong, Kab. Bogor di dapati beberapa bangunan jaringan irigasi tidak menggunakan Pondasi

. Terlihat dengan jelas saat para pekerja melakukan pemasangan badan tembok irigasi. Guna kelengkapan bukti investigasi team merekam kegiatan pekerjaan di lokasi. Dua desa di wilayah Kec. Cigombong yang di datangi team media yaitu Desa Pasir Jaya dan Cisalada.

Pekerjaan Irigasi Program P3-PGAI Desa Pasir Jaya tidak ada pondasi 

Lokasi pertama yang di datangi team media yaitu Desa Pasir Jaya. Di sini team media melihat langsung pekerjaan jaringan irigasi tidak menggunakan pondasi. Team mencoba mengkonfirmasi ke pihak pelaksana terkait hal ini namun yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Pihak pelaksana (P3A KARUNIA BERKAH) saat di hubungi team media via by phone WhatShap yang bersangkutan tidak merespon.

Di lokasi kedua di Desa Cisalada team hanya bisa menemui mandor pekerja. Eka selaku mandor pekerjaan saat di konfirmasi terkait teknis pekerjaan mengataka, dirinya hanya sebatas mengawasi para pekerja. Terkait teknis bisa langsung ke pihak pelaksana (Cecep). Di lokasi pekerjaan pun tidak di dapati adanya papan proyek. Saat di konfirmasi kepada salah satu pekerja mengatakan bahwa papan proyek belum di terima dari pihak Dinas.

Sementara itu Cecep selaku pihak pelaksana saat di hubungi via WhatShap mengatakan, pekerjaan yang saat ini berjalan sudah lebih dari aturan. Ia menjelaskan, tinggi pasang badan tembok yang seharusnya 50 cm di bangun 60 cm.

“ Itu udah lebih dari aturan pak, tingginya 60 cm pak, harusnya 50 cm dengan pondasi 40 cm” terang Cecep.

Pekerjaan Irigasi Program P3-PGAI di Desa Cisalada

Namun dari investigasi team media yang melihat langsung pekerjaan bangunan tersebut tidak sesuai apa yang di sampaikan pihak pelaksana. Selain itu saat pemasangan batu badan pasangan kondisi tanah masih terlihat genangan air. Terkait hal ini Cecep mengatakan bahwa dirinya sudah konfirmasi dengan pihak pembimbing pekerjaan.

“ Saya sudah konfirmasi dengan pembimbingnya, sudah saya kasih tahu, ” sambungnya.

Terkait spesifikasi teknis pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jaringan irigasi sendiri sudah di atur oleh Dinas PU bidang pengairan.

Dalam spesifikasi teknis pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jaringan irigasi dijelaskan bahwa, pekerjaan pasangan batu kali baru diizinkan untuk dimulai bila semua pekerjaan galian dan urukannya telah diperiksa serta di setujui pengawas.

Kemudian pekerjaan galian dan urukan kembali dilaksanakan sesuai persyaratan teknis galian, urukan kembali dan pemadatan. Selanjutnya, sebelum memulai pekerjaan peletakan pasangan batu kali, air/air hujan ataupun air tanah yang berada dalam galian harus di pompa dan dikeluarkan.

P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program Nawa Cita ke tujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan.

Perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat petani secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi.

Proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelaksana kegiatan.

(LUKY JAMBAK)

 

BOGOR
Lukman Hakim

Lukman Hakim

Previous Article

Dirut PT Bova Nova Niaga: Beras Kita Salurkan...

Next Article

Baru Selesai 4 Bulan, Bagian Bawah TPT Kaum...

Related Posts

Peringkat

Profle

Suhardi

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 73

Postingan Tahun ini: 216

Registered: Apr 15, 2021

siswandi

siswandi

Postingan Bulan ini: 38

Postingan Tahun ini: 189

Registered: Apr 13, 2021

Eka Putra

Eka Putra

Postingan Bulan ini: 37

Postingan Tahun ini: 112

Registered: Apr 16, 2021

Yulistar

Yulistar

Postingan Bulan ini: 30

Postingan Tahun ini: 106

Registered: Apr 15, 2021

Profle

Ryawan Saiyed

Terdakwa Agung Sucipto, JPU Tanya Saksi Peran NA, Asdar Akbar: Sidang Aneh
Anggota DPR RI Azikin Solthan Minta Kementan  Distribusikan Alsintan ber-SNI 
Akhirnya Pembunuh Mantan Istri Buron Selama 66 Bulan Berakhir Di Tangan Team Opsnal Polsek Pinggir
Waspada Pencurian Sepeda Motor di Bengkalis, MS Gasak Yamaha Jupiter Saat Parkir Tanpa Kunci Ganda

Follow Us

Recommended Posts

Pelatih Pembina Pramuka se-Kota Bogor Masa Bakti 2020 – 2025 Resmi Dilantik
Baru Selesai 4 Bulan, Bagian Bawah TPT Kaum Pandak Mulai Berlubang dan Rusak
Dua Proyek Irigasi Program P3-TGAI di Wilayah Kec. Cigombong Tanpa Pondasi
Dirut PT Bova Nova Niaga: Beras Kita Salurkan Premium dan Miliki Izin Edar Produksi